Kabar Tim Pra Pon Tenis Meja Jatim
Senin, 19 Oktober 2015
0
komentar
Tenis meja Indonesia sepertinya masih dirundung "masalah krusial". Dualisme kepengurusan telah "memusingkan" banyak PTMSI di daerah. Kubu Marzuki Ali didukung KONI Pusat sedangkan PTMSI Oegroseno sudah diputuskan MA sebagai organisasi PTMSI yang sah secara hukum.
Salah satu problem yang muncul terkait dengan dualisme kepengurusan ini saat menghadapi event Pra Pon 2015.
PTMSI setiap provinsi pasti dibikin mumet karena event seleksi Pra Pon dilaksanakan oleh masing-masing kepengurusan PB PTMSI yang bertikai pada tanggal yang bersamaan tapi tempat yang berbeda
Event Pra Pon pertama dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18-25 Oktober 2015 yang digelar PB PTMSI versi Marzuki Ali. Undangan Pra Pon ditanda tangani oleh Sekjen Anton Suseno dan diperkuat dengan surat penegasan dari KONI pusat yang diteken oleh Ketua Umum Tono Suratman.
Undangan Pra Pon kedua dari PP (Pengurus Pusat) PTMSI yang ditandatangani oleh Ketua Umum Oegroseno. Event Pra Pon Versi PP PTMSI ini digelar di Bali pada tanggal 19-26 Oktober 2015.
Nah berikut ini redaksi akan mengutif berita dari konijawatimur.com. terkait dualisme pelaksanaan pra pon di Bandung dan Bali.mungkin bermanfaat bagi pengurus maupun insan tenis meja di Kalsel.. Oke Cekidoot beritanya.....
Koni Jawa Timur, 19 Oktober 2015
Tim tenis meja Jawa Timur (Jatim) tak mau terseret arus dualisme yang tengah melanda PB PTMSI. Oleh sebab itu, KONI Jatim memutuskan untuk mengikuti kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Bali dan Bandung, pekan ini.
Tim tenis meja Jawa Timur (Jatim) tak mau terseret arus dualisme yang tengah melanda PB PTMSI. Oleh sebab itu, KONI Jatim memutuskan untuk mengikuti kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Bali dan Bandung, pekan ini.
Keputusan mengikuti dua pra-PON akhirnya diambil karena Jatim tidak
mau mengambil risiko buruk. “Kami tidak tahu ke depan pra-PON mana yang
diakaui. Jika hanya ikut salah satu dan salah, bisa jadi malah tidak
bisa ikut PON,” jelas Kabid Binpres KONI Jatim, Irmantara Subagyo.
Maklum jika KONI Jatim tidak mau berpihak. Sebab cabang olahraga
(cabor) tenis meja termasuk andalan Jatim. “Persiapan yang kami lakukan
sudah panjang. Kami ingin tenis meja bisa lolos di semua nomor yang
dilombakan,” imbuh pria yang akrab dipanggil Ibag ini.
Seperti diketahui, PB PTMSI dibawah Ketum Oegroseno mengelar pra-PON
di Bali. Sedangkan, PB PTMSI yang diketuai Marzuki Ali, yang diperkuat
oleh surat dari KONI Pusat, juga mengelar pra-PON di Bandung.
“November ini ada pergantian Ketum KONI Pusat, kalau Pak Tono
Suratman tidak jadi ketum lagi, dan PTSMI yang sah Pak Oegroseno,
bagimana?” ucapnya.
Namun, akibat tampil di dua even Pra PON Jatim terpaksa menambah dua
atlet baru diluar program Puslatda. “Tim akhirnya dibagi dua, satu turun
di Bandung satu di Bali. Ada dua tambahan atlet yang kita turunkan di
Bali,” ujar salah satu pelatih tenis meja Jatim, Elias Mustaqim.
Oke gan begitu Kabar Tim Pra Pon Tenis Meja Jatim menghadapi dualisme pelaksanaan Pra Pon tenis Meja...pertanyaan selanjutnya bagaimana dengan Kalsel?
sumber:
http://konijawatimur.com/?p=3463
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kabar Tim Pra Pon Tenis Meja Jatim
Ditulis oleh Ali wardhana
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://ptmsibanjarmasin.blogspot.com/2015/10/tenis-meja-indonesia-sepertinya-masih.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Ali wardhana
Rating Blog 5 dari 5
0 komentar:
Posting Komentar